Pages

Kamis, 13 Maret 2014

Definisi, Etiologi, dan Klasifikasi Syok (Renjatan)

"
Secara patofisiologis syok merupakan gangguan hemodinamik yang menyebabkan tidak adekuatnya hantaran oksigen dan perfusi jaringan. Gangguan hemodinamik tersebut dapat berupa penurunan tahanan vaskuler sistemik terutama di arteri, berkurangnya darah balik, penurunan pengisian ventrikel dan sangat kecilnya curah jantung. Gangguan faktor-faktor tersebut disebabkan oleh bermacam-macam proses baik primer pada sistim kardiovaskuler, neurologis ataupun imunologis. Diantara berbagai penyebab syok tersebut, penurunan hebat volume plasma intravaskuler merupakan faktor penyebab utama. Terjadinya penurunan hebat volume intravaskuler dapat terjadi akibat perdarahan atau dehidrasi berat, sehingga menyebabkan yang balik ke jantung berkurang dan curah jantung pun menurun. Penurunan hebat curah jantung menyebabkan hantaran oksigen dan perfusi jaringan tidak optimal dan akhirnya menyebabkan syok.

Klasifikasi
Syok dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:
a.  Syok Oligemik, disebabkan oleh perdarahan atau kehilangan cairan yang banyak (bisa diakibatkan oleh muntah, diare, luka bakar atau dehidrasi) yang menyebabkan pengisian ventrikel tidak adekuat seperti penurunan preload berat yang direfleksikan pada penurunan volume dan tekanan akhir diastol ventrikel kanan dan kiri.
b.  Syok Obstruktif Ekstrakardiak disebabkan oleh ketidakmampuan ventrikel untuk mengisi selama diastole, sehingga menurunkan volume sekuncup (stroke volume) dan curah jantung akhir.
c.      Syok Kardiogenik, disebabkan oleh depresi berat kerja jantung sistolik.
d.      Syok Distributif,

Etiologi
Syok dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang mengurangi aliran darah, termasuk:
ü  Masalah jantung (seperti Penyakit Jantung Koroner atau Gagal Jantung)
ü  Menurunnya volume darah (oleh karena perdarahan hebat atau dehidrasi)
ü  Perubahan yang terjadi didalam pembuluh darah (seperti infeksi atau reaksi alergik)
ü  Beberapa obat-obatan yang memungkinkan mengurangi fungsi jantung atau tekanan darah.


Mekanisme syok yang disebabkan oleh dehidrasi yang berupa bibir, lidah dan kulit kering serta turgor kulit menurun, yang mungkin disebabkan juga oleh muntah lebih dari 10 kali sehari sehingga cairan didalam tubuh pasien berkurang cukup banyak yang dapat menyebabkan syok.

Pada dehidrasi yang terjadi ini, menyebabkan penurunannya volume darah sehingga terjadinya penurunan aliran balik vena ke jantung, akibatnya curah jantung menurun dan menyebabkan penurunan perfusi jaringan. Akibat dari curah jantung yang menurun, terjadinya juga penurunan tekanan darah. Bila hal ini terjadi cukup lama, akan menyebabkan kerusakan pada sel yang berakibat dengan kematian sel. Apabila semakin banyak sel yang mati, hal ini akan cepat berlangsung menjadi gagal organ dan lama-kelamaan bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, syok atau renjatan ini harus ditangani sesegera mungkin dan bersifat gawat darurat.

Sumber:
Arvin,Benheman Kliegma. 2000. Nelson Llmu Kesehatan Anak Ed.15 Vol.3. Jakarta: EGC.
Isselbacher,dkk. 1999. Harrison: Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam Ed.13 Vol.1. Jakarta: EGC.

Tambayong, Jan. 2000. Patofisiologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC.
"
Secara patofisiologis syok merupakan gangguan hemodinamik yang menyebabkan tidak adekuatnya hantaran oksigen dan perfusi jaringan. Gangguan hemodinamik tersebut dapat berupa penurunan tahanan vaskuler sistemik terutama di arteri, berkurangnya darah balik, penurunan pengisian ventrikel dan sangat kecilnya curah jantung. Gangguan faktor-faktor tersebut disebabkan oleh bermacam-macam proses baik primer pada sistim kardiovaskuler, neurologis ataupun imunologis. Diantara berbagai penyebab syok tersebut, penurunan hebat volume plasma intravaskuler merupakan faktor penyebab utama. Terjadinya penurunan hebat volume intravaskuler dapat terjadi akibat perdarahan atau dehidrasi berat, sehingga menyebabkan yang balik ke jantung berkurang dan curah jantung pun menurun. Penurunan hebat curah jantung menyebabkan hantaran oksigen dan perfusi jaringan tidak optimal dan akhirnya menyebabkan syok.

Klasifikasi
Syok dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:
a.  Syok Oligemik, disebabkan oleh perdarahan atau kehilangan cairan yang banyak (bisa diakibatkan oleh muntah, diare, luka bakar atau dehidrasi) yang menyebabkan pengisian ventrikel tidak adekuat seperti penurunan preload berat yang direfleksikan pada penurunan volume dan tekanan akhir diastol ventrikel kanan dan kiri.
b.  Syok Obstruktif Ekstrakardiak disebabkan oleh ketidakmampuan ventrikel untuk mengisi selama diastole, sehingga menurunkan volume sekuncup (stroke volume) dan curah jantung akhir.
c.      Syok Kardiogenik, disebabkan oleh depresi berat kerja jantung sistolik.
d.      Syok Distributif,

Etiologi
Syok dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang mengurangi aliran darah, termasuk:
ü  Masalah jantung (seperti Penyakit Jantung Koroner atau Gagal Jantung)
ü  Menurunnya volume darah (oleh karena perdarahan hebat atau dehidrasi)
ü  Perubahan yang terjadi didalam pembuluh darah (seperti infeksi atau reaksi alergik)
ü  Beberapa obat-obatan yang memungkinkan mengurangi fungsi jantung atau tekanan darah.


Mekanisme syok yang disebabkan oleh dehidrasi yang berupa bibir, lidah dan kulit kering serta turgor kulit menurun, yang mungkin disebabkan juga oleh muntah lebih dari 10 kali sehari sehingga cairan didalam tubuh pasien berkurang cukup banyak yang dapat menyebabkan syok.

Pada dehidrasi yang terjadi ini, menyebabkan penurunannya volume darah sehingga terjadinya penurunan aliran balik vena ke jantung, akibatnya curah jantung menurun dan menyebabkan penurunan perfusi jaringan. Akibat dari curah jantung yang menurun, terjadinya juga penurunan tekanan darah. Bila hal ini terjadi cukup lama, akan menyebabkan kerusakan pada sel yang berakibat dengan kematian sel. Apabila semakin banyak sel yang mati, hal ini akan cepat berlangsung menjadi gagal organ dan lama-kelamaan bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, syok atau renjatan ini harus ditangani sesegera mungkin dan bersifat gawat darurat.

Sumber:
Arvin,Benheman Kliegma. 2000. Nelson Llmu Kesehatan Anak Ed.15 Vol.3. Jakarta: EGC.
Isselbacher,dkk. 1999. Harrison: Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam Ed.13 Vol.1. Jakarta: EGC.

Tambayong, Jan. 2000. Patofisiologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC.

0 komentar: