Pages

Selasa, 19 Februari 2013

Morfologi, Sifat Gram, Ciri-ciri - BAKTERI


Dibawah ini merupakan "Bentuk dan Susunan" Bakteri :


Dibawah ini merupakan contoh bakteri :
  • Neisseria gonorhoeae

Morfologi : Neisseriae
Sifat Gram : ( - ) Negatif / Merah
Ciri-ciri : Seperti biji kopi

  • Tetraden

Morfologi : Tetraden
Sifat Gram : ( + ) Positif / Ungu
Ciri-ciri : Bentuknya bulat dan ada 4
Pewarnaan Gram Diferensial

  • Bacillus subtilis





Morfologi : Basil
Sifat Gram : ( + ) Positif / Ungu
Ciri-ciri : Seperti persegi panjang, tebal
Pemeriksaan Mikroskopik Pewarnaan Gram

  • Salmonella typhi


Morfologi : Basil
Sifat Gram : ( - ) Negatif / Merah
Pemeriksaan mikroskopik

  • Streptococcus viridans


Morfologi : Streptokokus
Sifat Gram : ( + ) Positif / Ungu
Ciri-ciri : Seperti bulat berantai, terdiri lebih dari 4 kokus (bulat)
Pewarnaan Gram / Pewarnaan Differensial

  • Staphylococcus aureus


Morfologi : Stafilokokus
Sifat Gram : ( + ) Positif / Ungu
Ciri-ciri : Seperti anggur, bergerombol, bulat
Pewarnaan Gram/ Differensial

  • Clostridium tetani



Morfologi : Spora
Sifat Gram : ( + ) Positif / Ungu
Ciri-ciri : Seperti sperma, badan sel bakteri seperti berwarna ungu, Spora tampak jernih, Letak spora terminal
Pewarnaan Gram

  • Bacillus fragilis

Morfologi : Basil
Sifat Gram : ( - ) Negatif / Merah
Ciri-ciri : seperti persegi panjang (basil)

  • Escherichia coli



Morfologi : Kokobasil
Sifat Gram : ( - ) Negatif / Merah
Ciri-ciri : bentuknya Lonjong (tidak bulat/kokus, tidak persegi panjang/basil), Bergerombolan,
Pewarnaan Gram

  • Vibrio cholerae



Morfologi : Vibrio
Sifat Gram : ( - ) Negatif / Merah
Ciri-ciri : Batang bengkok, Seperti Gulali (Halus Bentuknya), Bergerombolan, Tipis


Tutor & Dosen : dr. Jekti, dr. Rayhana

Minggu, 17 Februari 2013

ANAMNESIS

Critical Point :
  • Ekspresi empati
  • Tatapan mata sejajar dengan pasien, jika pasiennya anak kecil atau pasien berkursi roda, jongkoklah sambil menggenggam tangan si anak atau bahu pasien
  • Sikap, tingkah, dan ucapan harus sopan dan santun
  • Pertanyaan Sistemik
  • Jangan biarkan Pasien terlalu "curhat"
  • Jangan lupa meminta izin diminta informasinya

Prosedure :
  1. Memberi salam
  2. Menanyakan keperluan pasien (jangan sampai, itu bukan pasien dan hanya orang yang minta sumbangan! Hahaha... Soalnya waktu praktik CSL, banyak yang speechless karna temen gue udah sampe inform consent, eh ternyata dokter yang ngujinya bilang "Emangnya saya kesini mau berobat?! Orang saya mau minta sumbanga..." "..." speechless dengan tampang pucat temen gue itu... Hahaha)
  3. Memperkenalkan diri
  4. Menanyakan nama lengkap
  5. Meminta izin
  6. Menanyakan Keluhan dan Riwayat Penyakit :
  • Umur
  • Pekerjaan
  • Alamat (Lengkap)
  • Agama
  • Status Perkawinan (Sudah/Belum)
  • Keluhan Utama (KU) (Keluhan yang menyebabkan pasiendatang berobat)
  • Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) (Dikembangkan pertanyaan secara sistemik seperti dimana rasa sakitnya, seperti apa rasa sakitnya apa seperti ditusuk atau seperti berputar, apa semakin memburuk atau mendingan, sudah sejak kapan, hilang timbul tidak, dan lainnya)
  • Keluhan Tambahan (KT) (Keluhan lainnya yang dirasakan pasien)
  • Riwayat Penyakit Dahulu (RPD) (Dulu pernah sakit serupa ngga? berapa lama? sembuh setelah apa? dan lainnya)
  • Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) (apakah penyakit keturunan atau bukan)
  • Riwayat Penyakit Lingkungan (RPL) (Tetangga ada yang sakit juga? Teman sekalas? dan lainnya)
  • Riwayat Penyakit Alergi (RPA) (Ada alergi apa?)
  • Riwayat Pengobatan Penyakit (RPP)                                                                                                
     7.  Crosscheck (Mengatakan kembali kepada pasien yang benar-benar positif saja untuk mengecheck kembali info yang diberikan serta bertanya apakah masih ada yang kurang keluhannya)

Setelah anamnesis selesai dilakukan, akan dilakukannya Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaaan Tanda Vital serta pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan.

Tutor : dr. Busjra

Sabtu, 16 Februari 2013

PERAWATAN LUKA


    Alat dan Bahan :
  • Nierbeken (Bengkok)
  • Kom
  • Pinset (Anatomis/Sirurgis)
  • Lidi Waten
  • Tulle
  • Kasa Steril
  • Micropor (Plester)
  • Providone Iodine
  • NaCL / RL (Ringer Laktat)
  • Gunting
  • Korengtang
  • Handscoon (Sarung Tangan) Steril dan 1x pakai/bersih
  • Perlak
          Critical Point :
  1. Harus tetap Steril dari awal perawatan hingga cuci tangan rutin
  2. Jangan sebut bengkok, tapi sebutlah Nierbeken
  3. Ketika ingin mengambil pinset atau alat steril lainnya gunakan handscoon steril, namun jika sedang menggunakan sarung tangan 1x pakai/ bersih, ambillah alat steril (seperti pinset) menggunakan Korengtang
  4. Tidak menaruh peralatan dan bahan steril di tempat tidur pasien, kalau bisa dekatkan meja dengan tempat tidur pasien (terutama yang dekat dengan Luka)
  5. Buang Sampah dari Nierbeken ke tempat sampah medis dengan masih menggunakan Handscoon steril
  6. Jangan lupa untuk melakukan Dekontaminasi pada Alat yang telah dipakai. Lakukan selama ± 10 Menit
  7.  Jangan lupa untuk cuci tangan Rutin ketika semuanya sudah selesai dilaksanakan.


 A.     LUKA KERING
  • Siapkan peralatan perawatan luka
  • Jelaskan prosedur pada pasien (Inform Consent)
  • Letakkan meja (berisikan peralatan dan bahan steril) didekat luka pasien (bukan di tempat tidur)
  • Tutup tirai (jika ada)
  • Bantu pasien pada posisi nyaman dan minta agar pasien tidak menyentuh peralatan steril dan daerah disekitar luka maupun lukanya sendiri
  • Pasang Perlak pada daerah disekitar luka
  • Cuci tangan asepsis lalu gunakan handscoon bersih
  • Ambillah korengtang untuk mengambil Pinset Anatomis (jika tidak ada gunakan Pinset sirurgis)
  • Ambil Kasa steril dengan menggunakan pinset (Pinset ke1)
  • Celupkan pada kom berisi NaCl
  • Gunakan ini untuk membuka plester dengan mudah (jika pasien berbulu lebat/ jika plester sulit dibuka karena sakit)
  • Buang kasa bekas NaCl ke Nierbeken
  • Bukalah Plester dan kasa menggunakan pinset secara perlahan dan searah dengan arah plester, lalu buang ke nierbeken
  •  Bukalah tulle (jika ada) dan buang tulle bekas dan pinset yang telah digunakan ke dalam nierbeken
  •  Lakukan Observasi Luka
  •  Buka Handscoon bersih yang sedang dipakai dan buang handscoon bekas ke dalam nierbeken
  • Gunakan Handscoon steril yang telah disiapkan diatas meja
  •  Ambil pinset anatomis steril (pinset ke2) dan ambil kasa steril menggunakan pinset
  •  Celupkan kasa kedalam Providone Iodine dan peras mengunakan 2 pinset (pinset ke2 dan pinset ke3)
  • *2 langkah diatas bisa digantikan dengan menggunakan Lidi waten yang dicelupkan di providone iodine, tidak menggunakan pinset dan kasa*
  •  Bersihkan luka dengan cara memutar kasa dari luka karah luar luka (bersihkan dari dalam ke luar)
  • Buanglah kasa kedalam nierbeken dan lakukan hal tersebut hingga tidak ada lagi cairan atau kotoran yang keluar dari dalam luka.
  • Ambil kasa steril menggunakan pinset dan celupkan kedalam NaCl lalu peras hingga tidak terlalu berair. (Pinset ke2 dan ke3 tetap steril, jadi bisa ditaruh kembali ke dalam tempat steril)
  • Lakukan langkah tadi, dengan mengoleskan dari dalam luka kearah luar kemudian dibuang ke dalam nierbeken kasanya.
  • Taruh kembali pinset (ke2 dan ke3) kedalam tempat steril
  • Ambillah Tulle yang sudah disiapkan dan gunting sesuai dengan besar luka
  •  Bukalah tulle menggunakan handscoon steril yang sedang dipakai
  • Ambillah tulle dengan menggunakan pinset (pinset ke2)
  • Tempelkan tulle yang sudah dibuka ke atas luka
  • Ambil kasa dan taruh diatas tulle. Ambil lagi 1 kasa dan tutupi kasa sebelumnya (2 lapis kasa)
  • Potong mikropor dan tempellah ke atas kasa. Lakukan hingga kasa terlihat rapih.
  • Beritahu pasien bahwa Perawatan luka telah selesai dilakukan dan pasien sudah dapat merapihkan kembali pakaiannya dan siap pulang
  • Lakukan dekontaminasi peralatan selama ±10 menit direndam didalam Larutan Klorin
  • Buang sampah dari nierbeken ke tempat sampah medis
  • Angkat perlak dan rapihkan (lipat dan taruh pada tempat semula)
  • Cuci handscoon di klorin hingga bersih (sambil menggunakan handscoon, tidak dilepas) dan buka handscoon lalu buang ke tempat sampah medis
  •  Cuci tangan rutin
  • Buat Laporan perawatan luka


 B. LUKA BASAH
  •   Siapkan peralatan perawatan luka
  •  Jelaskan prosedur pada pasien (Inform Consent)
  •  Letakkan meja (berisikan peralatan dan bahan steril) didekat luka pasien (bukan di tempat tidur)
  • Tutup tirai (jika ada)
  • Bantu pasien pada posisi nyaman dan minta agar pasien tidak menyentuh peralatan steril dan daerah disekitar luka maupun lukanya sendiri
  •  Pasang Perlak pada daerah disekitar luka
  • Cuci tangan asepsis lalu gunakan handscoon bersih
  •  Ambillah korengtang untuk mengambil Pinset Anatomis (jika tidak ada gunakan Pinset sirurgis)
  • Ambil Kasa steril dengan menggunakan pinset (Pinset ke1)
  • Celupkan pada kom berisi NaCl
  •  Gunakan ini untuk membuka plester dengan mudah (jika pasien berbulu lebat/ jika plester sulit dibuka karena sakit)
  •  Buang kasa bekas NaCl ke Nierbeken
  •  Bukalah Plester dan kasa menggunakan pinset secara perlahan dan searah dengan arah plester, lalu buang ke nierbeken
  • Bukalah tampon kotornya secara perlahan (agar pasien tidak merasa sakit) dan buanglah ke dalam nierbeken beserta pinsetnya (Pinset 1)
  •   Lakukan observasi luka
  •  Gantilah handscoon dengan membuang handscoon bersih ke dalam nierbeken dan memakai handscoon steril yang sudah disiapkan
  • Ambil pinset (pinset 2) dan ambillah kasa menggunakan pinset
  • Celupkan kasa pada Providone Iodine lalu peras hingga tidak terlalu berair
  • Bersihkan luka luar dengan 1 kali arah lalu buang ke dalam nierbeken
  • Ambil lagi kasa steril dan celupkan ke dalam NaCl lalu peras
  • Bersihkan luka atas yang terkena Providone Iodine dengan 1 kali arah lalu buang ke dalam Nierbeken
  • Ambil Kasa steril dan celupkan kedalam Kom berisi NaCl dan peras
  • Gunakan itu untuk membersihkan Luka dalam hingga tidak ada lagi cairan yang keluar dan buanglah ke nierbeken
  •  Ambillah kasa steril dan celupkan kedalam NaCl dan peras (jangan terlalu kering)
  •  Taruh kedalam luka untuk dijadikan tampon
  •  Ambil Kasa steril dan celukan ke NaCl lalu peras (jangan terlalu kering)
  •  Tutupi luka atas dengan kasa yang telah dicelupkan di NaCl
  •  Ambil kasa steril dan tutupi kasa berisi NaCl
  • Potonglah micropor lalu tutupi kasa. Lakukan hingga kasa terlihat rapih.
  • Beritahu pasien bahwa Perawatan luka telah selesai dilakukan dan pasien sudah dapat merapihkan kembali pakaiannya dan siap pulang
  • Lakukan dekontaminasi peralatan selama ±10 menit direndam didalam Larutan Klorin
  • Buang sampah dari nierbeken ke tempat sampah medis
  • Angkat perlak dan rapihkan (lipat dan taruh pada tempat semula)
  • Cuci handscoon di klorin hingga bersih (sambil menggunakan handscoon, tidak dilepas) dan buka handscoon lalu buang ke tempat sampah medis
  • Cuci tangan rutin
  • Buat Laporan perawatan luka


Tutor : dr. Zul dan dr. Adib